A Review: Definisi dan pemahaman akan 'Security'
Bagi mahasiswa Hubungan Internasional pastinya sudah tidak asing lagi dengan kata 'security'. Pada konteks ini, terdapat banyak pemahaman tentang security itu sendiri. Hal tersebut akan diulas pada pembahasan berikut beserta pemahaman dari dua buku yang berjudul 'Security Studies an Introduction' milik Paul D. William dan 'The Evolution of International Security Studies' milik Barry Buzan dan Lene Hansen.
Masalah keamanan
menjadi salah satu bagian dalam dunia politik. Pada konteks makna dari keamanan
bagi satu individu dengan yang lainnya dapat berbeda, hal ini bergantung pada
waktu, tempat, bahkan sejarah. Dalam dunia politik, keamanan sangat penting
karena hal ini menentukan ‘siapa yang akan mendapatkan apa, kapan, dan
bagaimana’. Maka dari itu sebagian besar konteks studi keamanan didorong untuk
mencapai keamanan bagi orang-orang yang berada di tempat yang nyata. Alih-alih
menyebutkan ‘kesehatan, pendidikan’, pemerintah menggunakan kata ‘keamanan’
untuk menyebutkan hal tersebut. Seperti contohnya pada rezim Presiden Mobutu di
Zaire, saat itu militer merupakan titik fokus dari pelayanan yang diberikan
pemerintah. Sedangkan, pada pelayanan kesehatan publik maupun pelayanan
pendidikan, rezim Presiden Mobutu hampir tidak memberikan kontribusi apapun.
Maka dari itu, ‘keamanan’ dianggap sebagai alat yang kuat dalam dunia politik untuk
mengklaim perhatian utama dalam kompetisi di pemerintahan.
Pada konteks ‘keamanan’
hal ini tidak hanya ditujukan pada negara itu sendiri, namun juga pada individu
di dalamnya. Keamanan kolektif individu ini berkaitan dengan lima faktor yaitu:
military security, political security,
economic security, societal security, environmental security. Kemudian pada
empat pertanyaan fundamental, disebutkan bahwa (1) Keamanan hampir identik
dengan akumulasi kekuasaan (sebagai komoditas), semakin banyak kekuatan yang
terakumulasi, maka mereka semakin aman. (2) Keamanan bersumber dari kekuasaan
(didasari emansipasi-- perhatian terhadap keadilan dan penyediaan HAM), dengan
kata lain keamanan datang lewat berbagai komitmen tertentu yang dibuat oleh dua
atau lebih aktor dengan individu. Keamanan ditujukan pada individu sejak adanya
literatur yang membahas hal tersebut (karena awalnya keamanan ditujukan pada
negara). Lalu, masalah keamanan dapat berupa kekhawatiran pada penyakit menular
tertentu, ketidaksetaraan kekuasaan dan pengaruh individu dalam dunia politik
kontemporer, dan lain-lain.
Pada buku “The Evolution of International Security
Studies” oleh Barry Buzan dan Lene Hansen terdapat beberapa konteks yang
sedikit bertolak belakang dengan buku “Security Studies an Introduction” oleh
Paul D. William. Barry dan Lene menyebutkan dalam bukunya bahwa keamanan negara
lebih penting dibanding dengan keamanan manusia. Bagi mereka, bangsa merupakan
faktor pendukung agar negara tersebut menjadi lebih kuat. Kemudian dalam konteks
keamanan oleh Barry dan Lene, militer merupakan titik fokus negara. Hal ini
dikarenakan keamanan nasional hampir sama dengan keamanan militer. Berbeda
dengan Paul, dalam bukunya disebutkan bahwa keamanan negara mulai terganti oleh
keamanan manusia. Tapi tidak dengan Barry dan Lene yang tetap pada keamanan
nasional atau keamanan negara.
Sehingga dapat dilihat bagaimana perbedaan kedua buku tersebut tentang
konteks ‘keamanan’. Bagaimana sudut pandang tokoh melihat dan mengasumsikan
keamanan lewat siapa yang menerima ‘keamanan’. Lalu, dalam kedua buku tersebut
bisa dilihat bahwa “Security Studies an
Introduction” lebih cenderung pada keamanan manusia dan aspek lainnya
diluar kekuatan miilter. Sedangkan pada “The
Evolution of International Security Studies” lebih cenderung pada keamanan
atau kekuatan militer.

Komentar
Posting Komentar